Categories
Uncategorized

Mawa biru – A promise

“Masih utang ga aku?”

[gw bangun tidur, melihat IM, lalu membalas…]

(13/07/2008 1:37:14)

“utang apa toh?”

“Mawar biru…”

“hehe.. mawar biru..”

“Nampaknya aku melihat mawar biru”

“dimanaaa??”

“Di changi…”

“changi?”

“looh.. sekarang dimana toh?”

“Ya di rumah”

“Balik, utang tak mawar birunya?”

“ngapain toh masih dipikirin”

“mungkin sekarang kau sudah mencari warna lain untuk orang lain.. haha”

“Ga dipikirin, terpikir. Masih utang tak? Kecuali kamu anggap lunas.”

“yaudah… kalau itu membuat tenang.”

“Apa?”

“ya anggap aja emang gak pernah bilang mau bawain aku mawar biru”

“Ya mana bisa…”

“emang kapan toh kesana?”

“Br pulang kmrn dari minggu”

***percakapan selanjutnya disensor demi kepentingan bersama***

Baru pulang kemariin dari minggu? Hmpf. Seminggu ini… entah kenapa. Entah kenapa!

Gw juga gak tau kenapa inget sama dia terus, sampe puncaknya gw nulis postingan sebelum posting ini.

Ternyata gara2 ini… gara2 mawar biru… janji dari duluuuuuu banget.

Setelah dia hopeless sekian lama nyari mawar biru gak dapet2 akhirnya dapet informasi kalo hybrid-nya belum ditemuin. Dan sekarang… many years later. Dia ngeliat mawar biru… dan teringat sama gw.

Lucu aja saat lo inget sama orang dan ternyata orang itu juga lagi inget sama lo. padahal sama sekali gak ada kontak. sama sekali terpisah ruang dan waktu.

What is it mean?

©dhya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *