Categories
Uncategorized

Kau by Dua

Lelahku mencari penggantimu… penggantimu…
Tetap kan kembali kepadamu… kepadamu…
Mungkin ini pertanda engkaulah cintaku… cintaku…

Kau…
Tiada yang lain yang pantas untukku
Yang seharusnya ku cinta
Bolehkah lagi kuminta hatimu
Kembali seperti dulu

Bayangmu selalu menggelapkan dihatiku
Hingga ku tak mungkin mengganti yang lain selain dirimu
Mungkin ini pertanda seharusnya cintaku… cintaku…

Kau…
Tiada yang lain yang pantas untukku
Yang seharusnya ku cinta
Bolehkah lagi kuminta hatimu
Kembali seperti dulu

Kuingin kau slalu yang jadi milikku ooh…

——————————————————————————————————————————-

Hari ini dengerin lagu ini berulang-ulang karena musiknya enak dengan petikan gitar yang oke.

dari kemarin malam sampai tadi malam ngederin lagunya — lagi dan lagi — gak ada perasaan apa-apa.

sampai akhirnya terlibat obrolan panjang di telepon tadi… dan ternyata efeknya luar biasa.

setelah selesai sesi telp tadi, menyalakan kembali itunes dan lagu yang memang diloop terus menerus ini pun berkumandang lagi — tapi gak kaya sebelumnya — tiba2 bikin galau.

hmmm. *speechless*

kembali flashback. kembali bercermin. kembali introspeksi.

hey, kamu yang tadi menelp.

kamu ngajarin aku untuk ikhlas kan? yuk belajar ikhlas juga untuk yang satu ini.

memang sih ‘ikhlas’ itu easier said than done.

tapi seenggaknya kita coba ikhlasnya gak cuma di bibir aja, tapi belajar ikhlas di pikiran dan di hati juga.

yang sudah ya sudahlah…

Kebayang kan baiknya ‘dia’nya kamu dan baiknya ‘dia’nya aku. Bayangin kalau sebenernya Allah nyiapin seseorang yang jauh lebih baik dari mereka untuk kita.. bayangin kalau kita cuma dipertemukan dengan mereka untuk belajar sebelum akhir©dhyanya kita ketemu orang yang sudah dipersiapkan dari awal ini. Semua pasti indah pada waktunya kok.

sekarang yuk berdoa, semoga cepat ditunjukkan jalannya 🙂

amin.

©dhya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *